Home/Publikasi/Panduan/Panduan Mata Pelajaran IPAS (Fase B & C)/Bab V: Contoh Modul Ajar, Asesmen & Glosarium
Fase B & C (Kelas 3 - 6 SD)10 Menit

Bab V: Contoh Modul Ajar, Asesmen & Glosarium

Contoh implementasi modul ajar berbasis proyek, format instrumen asesmen formatif-sumatif, rubrik penilaian, dan glosarium istilah.

Bab V: Contoh Modul Ajar, Asesmen & Glosarium

1. Contoh Modul Ajar: Menyelidiki Sifat Gaya & Gerak (Fase B - Kelas IV)

Informasi Umum

  • Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
  • Fase / Kelas: Fase B / Kelas IV
  • Alokasi Waktu: 3 Pertemuan (6 × 35 Menit)
  • Model Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) dipadukan dengan Eksperimen Sederhana

Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui percobaan meluncurkan benda, murid dapat mengidentifikasi pengaruh gaya gesek terhadap gerak benda pada berbagai permukaan secara tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid mampu merumuskan cara memperbesar atau memperkecil gaya gesek untuk memecahkan masalah keselamatan sehari-hari (misal: tapak ban kendaraan, sol sepatu).

Alur Aktivitas Pembelajaran

  1. Kegiatan Awal (15 Menit):
    • Guru memperlihatkan dua sepatu: sepatu bola beralas paku karet dan sepatu pantofel beralas licin.
    • Pertanyaan pemantik: "Mengapa pemain sepak bola memakai sepatu bergigi di rumput, dan apa yang terjadi jika mereka memakai sepatu beralas licin saat berlari kencang?"
  2. Kegiatan Inti (45 Menit):
    • Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4-5 anak.
    • Setiap kelompok menerima kit percobaan: papan luncur miring, mobil mainan, dan 3 jenis permukaan (kain handuk, kertas amplas, dan lantai keramik halus).
    • Murid meluncurkan mobil mainan dan mengukur jarak tempuh dengan meteran pita.
    • Murid mencatat data pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  3. Kegiatan Penutup & Refleksi (10 Menit):
    • Setiap kelompok menyimpulkan: "Makin kasar permukaan, makin besar gaya gesek yang menghambat laju benda."
    • Murid menuliskan satu kalimat refleksi tentang penerapan gaya gesek yang mereka temukan di rumah.

2. Format Asesmen Autentik

Asesmen dalam pembelajaran mendalam bertujuan memantau perkembangan belajar (assessment as/for learning) di samping mengukur ketercapaian akhir (assessment of learning).

Rubrik Penilaian Kinerja Eksperimen

Kriteria PenilaianBaru Berkembang (1)Layak (2)Cakap (3)Mahir (4)
Keterampilan Melakukan PercobaanMembutuhkan bantuan penuh guru untuk memasang alat.Memasang alat dengan panduan teman sekelompok.Memasang alat dan melakukan percobaan secara mandiri dan runtut.Melakukan percobaan secara presisi dan mampu membantu anggota tim lain.
Pencatatan & Akurasi DataData tidak lengkap atau belum terisi.Mencatat data sebagian tanpa satuan ukuran yang jelas.Mencatat data pengukuran secara lengkap dan sistematis.Mencatat data pengukuran dengan sangat rapi, menyertakan tabel pembanding dan grafik sederhana.
Penarikan KesimpulanBelum mampu menghubungkan variabel percobaan.Menyimpulkan hasil pengamatan namun belum tepat konsep.Menyimpulkan hubungan sebab-akibat gaya gesek dan laju benda dengan benar.Menyimpulkan dengan tepat dan memberikan 2 contoh penerapan baru di luar materi kelas.

3. Glosarium Istilah Penting IPAS

  • Abiotik: Komponen tak hidup dalam suatu ekosistem (air, udara, tanah, suhu, cahaya matahari).
  • Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran.
  • Biotik: Komponen makhluk hidup dalam ekosistem (tumbuhan, hewan, mikroorganisme, manusia).
  • Capaian Pembelajaran (CP): Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase perkembangan.
  • Diferensiasi: Pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan konten, proses, atau produk berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar murid.
  • Ekosistem: Kesatuan interaksi dinamis antara komunitas makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya.
  • Fotosintesis: Proses pembentukan makanan oleh tumbuhan berdaun hijau dengan bantuan energi cahaya matahari, air, dan karbon dioksida.
  • Inkuiri: Proses penemuan konsep ilmiah melalui kegiatan bertanya, menyelidiki, dan menganalisis bukti secara mandiri.
  • Jaring-jaring Makanan: Kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem.
  • Kearifan Lokal: Nilai-nilai, pengetahuan, dan norma luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat setempat secara turun-temurun.
  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara bermakna, kontekstual, dan reflektif demi membentuk pembelajar sepanjang hayat.
  • Scaffolding: Teknik pemberian bantuan belajar bertahap pada awal pembelajaran yang dikurangi seiring meningkatnya kemandirian murid.
  • Variabel Bebas: Faktor atau kondisi yang sengaja diubah dalam suatu percobaan ilmiah untuk melihat pengaruhnya.